EXHIBITION JULY 2009

EXHIBITION JULY 2009

Come and see our booth at Indobuildtech Jakarta

INDOBUILDTECH 
Jakarta Convention Centre (JCC)
Exhibition Hall B
Jl. Jendral Gatot Subroto, Jakarta
Tanggal : 1 – 5 Juli 2009

Gong Xi Fa Chai

Gong Xi Fa Chai

PT.Beton Elemenindo Putra mengucapkan Selamat Hari Imlek !

PT. Beton Elemenindo Perkasa mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009..

Di Tahun yang baru ini, kami akan berusaha memberi pelayanan yang terbaik untuk anda semua.

Happy New Year!!

 

Apartment

Apartment

Keterbatasan lahan dan dana sering kali membuat orang mengabaikan faktor lokasi sebagai tempat tinggal. Padahal dengan lokasi yang dekat dengan tempat kerja atau kantor, kemacetan lalu lintas sedikit banyak bisa teratasi.

 

Beruntung, kini ada program apartemen dengan subsidi pemerintah yang lokasinya cenderung dekat dengan pusat keramaian. Harganya pun relatif terjangkau oleh kocek karyawan berusia muda dengan penghasilan antara Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta.

Bangunan vertikal yang kehadirannya kian marak di kota-kota besar belakangan ini memang menjanjikan banyak hal positif.

1. Lokasi jelas merupakan poin jual yang paling diunggulkan.
Umumnya apartemen tengah kota, berdekatan dengan kantor, mal, bahkan rumah sakit. Dengan lokasi yang strategis, nyaris tak ada lagi waktu yang terbuang percuma hanya karena kemacetan lalu lintas. Bahkan pihak pengembang—umumnya pengembang swasta—biasanya juga menyediakan berbagai fasilitas pendukungnya seperti kolam berenang, jogging track, tennis court, playground, bahkan taman bermain dan taman kanak-kanak.

2. Letak apartemen yang berdekatan dengan kantor otomatis akan membuat Anda menghemat BBM.
Bujet untuk trasportasi pun dapat dihemat. Bahkan bila letak kantor sangat dekat, tak menutup kemungkinan bagi Anda untuk berjalan kaki ke kantor. Jika dilakukan setiap pagi saat berangkat kantor, badan pun jadi bisa sehat karenanya.

3. Pemakaian air dan listrik juga dapat dihemat karema Anda tidak perlu menyediakan lampu taman, pompa air, dan sebagainya.
Bagi Anda yang masih lajang, tinggal di apartemen tentu akan lebih hemat dan nyaman.

4. Dengan lahan yang terbatas biasanya luas apartemen tidak seberapa besar. Hal ini tentu akan sangat memudahkan Anda untuk membersihkannya.
Bahkan bila perlu, Anda tak usah menggunakan jasa pembantu.

Sistem keamanan apartemen yang lebih dan terjaga menjadikannya sebagai hunian yang lebih aman dan nyaman ketimbang rumah biasa.

Sumber : Kompas Cetak

Selamat Idul Fitri

Selamat Idul Fitri

Sehubungan dengan adanya libur lebaran dari tanggal 28 September 2008 sampai 7 oktober 2008, maka PT. Beton akan kembali beraktifitas pada tanggal 8 Oktober 2008.

 

PT. Beton Elemenindo Perkasa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.

BIASANYA kita menempatkan kolam di luar rumah. Kalaupun diletakkan di ruang dalam, biasanya ada di belakang atau samping rumah. 

Pernah mencoba meletakkannya di tengah rumah? Kolam di tengah rumah bisa menjadi pengganti ruang transisi. 

Lihat saja kolam pada foto ini. Selain berfungsi sebagai penyejuk ruangan, kolam juga menjadi pemisah antara ruang tamu dan ruang makan. 

Di sini, kolam membentang dari bagian pinggir dinding kiri hingga dinding kanan. Luasnya hampir 15 meter persegi. Kedalaman kolam hanya 40 cm, sengaja dibuat dangkal dengan alasan keamanan, terutama agar anak kecil terhindar dari bencana tenggelam. 

Untuk menimbulkan suara gemericik yang menyegarkan, ditambahkanlah pancuran air dan air terjun. Karena airnya sangat jernih, Anda pun bisa melihat dasar kolam. 

Di bagian atas kolam terdapat jembatan yang terbuat dari kayu kamper berlapis sungkai. Jembatan berukuran 200 cm x 100 cm ini berfungsi sebagai sarana penyeberangan dari ruang tamu ke ruang makan dan dapur. Berfungsi pula sebagai area transisi menuju lantai atas. 

Tak perlu khawatir rumah menjadi lembab. Ada cara mengatasinya kok. Cukup buat void tepat di atas kolam. Buat voidvertikal ke atas hingga ke bagian atap. Atapnya bisa transparan agar cahaya masuk ke dalam ruang sekitar kolam. Tempatkan lubang angin secukupnya pada celah atap di ujung void. Dengan demikian, udara dapat bersirkulasi dengan baik sehingga rumah pun sejuk bebas lembab.

Lokasi: Rumah Subianto, Kembangan, Jakarta Barat.

Idea/Anissa

sumber : http://kompas.com/read/xml/2008/09/11/11570587/rumah.sejuk.dengan.kolam.di.tengah.ruang

Beton adalah suatu bahan yang mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan, tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik.
Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang, hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja, sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat.

Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan srtuktur-struktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis, karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Disampimg itu, retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi struktur.
Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti diuraikan diatas, timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain, yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan.
Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak,relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik, yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET.
Dengan demikian, Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari strktur beton bertulang. Karena penampang beton tidak pernah tertarik, maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang yang panjang.
Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis). Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini.

Dikutip dari : http://one.indoskripsi.com/content/makalah-beton-pratekan

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesia

PT. Beton Elemenindo Perkasa mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan RI yang ke 63.

Jayalah terus Indonesia. Merdeka..!!!

PENGARANG : M. Syahril, dan Koos Sardjono K.

Abstract
This paper content of some results of research that according to the effect of rust remover application at the concrete reinforced steel. Many factors can caused of the concrete structure failure, such as bonding strength between concrete and reinforecement itself. This bonding strength could be decreased if surface of the reinforced steel before casting was dirty,may be cause of the corrosion deposit and so on. Reschedulllling of the strcture work project such as harbours, buildings, bridges, become the uncover concrete reinforced steel would be contaminate by dirty or rush cause of environment. The corrion processes would be running concerning with the added time, so could be decreasing the life time of the building structure, because of the strength of the concrete reinforcement constructure only supported by concrete. People can buy the rust remover product anywhere, but it is not yet conducted in maximum manner. From the reseach result of any product rust remover, verified in science manner, that it could be increasing the bonding strength of concrete to its reinforced and would be decreasing the corrosion speed of acceleration, so that would be increasing the life time of the concrete structures.

Katakunci : korosi, pembersih, beton, kerusakan, tulangan beton, kuat lekat

SUMBER :

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V2. n6, September 2000, hal. 61-68 /Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Banyak factor yang menyebakan kegagalan suatu struktur beton diantaranya yaitu kekuatan ikatan atau kuat lekat (bonding strength) antara beton dan tulangannya sendiri. Penurunan kekuatan ikatan beton dengan tulangannya dapat terjadi bila pada permukaan baja tulangan yang digunakan sebelum atau setelah dilakukan pengecoran terdapat kotoran berupa deposit korosi, tanah, minyak pelumas, dll.

Proyek-proyek bangunan seperti darmaga , gedung-gedung, jembatan, dll, yang mengalami penundaan pekerjaan cukup lama dapat menyebabkan permukaan baja tulangan akan mengalamimproses korosi, terutama pada lingkungan korosif seperti daerah pantai, industri, dll. Jika proses korosi ini diabaikan pada saat pengerjaan pembangunan dilanjutkan, tanpa adanya perlakuan khusus, maka proses korosi akan terus berlangsung dan kekuatan lekat baja tulangan terhadap beton menurun.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa pengaruh cairan deterjen pada material logam sangat baik karena selain berfungsi sebagai cairan deterjen pembersih dapat pula meningkatkan kekuatan lekat antara beton dan tulangannya karena tulangan beton yang digunakan mengalami perlakuan khusus seperti halnya proses pelapisan baik logam maupun non logam sehingga penurunan kekuatan konstruksi beton akibat korosi dapat diperlambat. Kualitas beton yang digunakan untuk penelitian tarik tulangan beton mempunyai kekuatan karakteristik 222 Kg/cm (K222).

Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=8&ch=jsti&id=182

Menjelang bulan suci Ramadhan 2007, daerah Bengkulu dan sekitarnya kembali diguncang gempa tektonik berkekuatan 8,7 skala ritcher (SR). Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga merusakan kurang dari 61 ribu rumah serta ratusan bangunan umum yang menurut taksiran Bakornas Penanggulangan Bencana Nasional bisa mencapai angka Rp. 600 miliar lebih.

Berdasarkan pengalaman rehabilitasi pasca gempa, sebenarnya ada dua aspek penting yang kerap mengemuka dalam pembangunan kembali kawasan pemukiman dan bisnis yakni faktor percepatan pembangunan serta kemampuan meminimalisasi dampak dari potensi gempa mendatang. Salah satu material yang belakangan mulai banyak dipergunakan untuk program tersebut adalah beton ringan.

Menilik sejarahnya, tekhnik beton ringan pertama kali dikembangkan oleh “Joseph Hebel” di Jerman pada tahun 1943. melalui produk Hebel, beton ringan pun mendapat julukan “Aerated Lightweight Concrete (ALC)”. Material ini terbuat dari adonan kapur, pasir, silika, semen, air berikut bahan pengembangan yang dicampur dalam proses “Steam Curing” yakni sintesa kimiawi gas hidrogen yang menciptakan pori-pori kecil pada cetakan adonan beton ringan. Meski berbasis beton, namun justru memiliki berat jenis lebih ringan ketimbang material baja, beton bertulang, batu bata, batako bahkan kayu. Bila beton ringan digunakan sebagai elemen non struktur seperti dinding, partisi maka beban yang diterima elemen dtruktural seperti plat, justru dapat mengurangi massa total strukturyang menyebabakan beban menjadi lebih kecil sehingga desain akan menjadi lebih rigan. Selain itu material ini juga memiliki karakter sebagai isolator kebisingan maupun panas yang baik sehingga tidak mudah terbakar samapai lebih dari 3jam.

Ketahanan beton ringan terhadap gaya vertikal dan horizontal gempa setidaknya baru-baru ini berhasil diujikan oleh staff pengajar Rekayasa Struktur Fakultas Tekhnik Sipil (ITB). Melalui pengujian perilaku papanel dinding dan lantai Hebel berikut diagframa sambungan terhadap efek lentur, terbukti bahwa panel panel beton ringan sangup menyalurkan beban lentur dan geser gempa. Lebih baik lagi apabila menggunakan premium plaster PM 200. sedang pada uji sia diafragma menunjukan penguanaan mortal yang menyambungkan PM-6000 dan tulangan pemikat.

Di luar Hebel, terdapat nama Beton Elemenindo Perkasa (BEP) yang menawarkan produk B-Panel. Terdiri atas panel tunggal untuk dinding bangunan hingga setinggi 4 lantai, panel ganda untuk bangunan bertingkat hingga 20 lantai, panel lantai serta panel tangga dan panel tangga landai. B-Panel terbuat dari lembaran “Polystyrene” sebagai insulator suhu dan suara serta dilapisi 2 lembar Wire mesh yang di las. “tekstur” ini menjadikannya sanggup menahan gaya aksial dan lateral gempa maupun badai, serta mampu meredam kebisingan dan tahan api. Selain B-Panel, BEP juga memproduksi panel Fasade dari beton serta pelat beton berongga prategang pracetak (HCS) untuk lantai dan atap bangunan bertingkat. “keunggulan pelat beton berongga (HCS) dibanding pelat beton konvensional adalah bobotnya lebih ringan 29-42%, serta lebih tahan terhadap panas ekstrim karena di buat melalui proses efek kompresi. Lagi pula permukaan pelat paling bawah tidak memerlukan finish sing sehingga dapat berfungsi sebagai beton ekspos”.

Written by Redaksi Infobangunan

url : http://infobangunan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3&Itemid=1

Next Page »